Kamis, 01 Desember 2022

Ipin Upin

 Oleh: Desma H.




Kamis kemarin aku mengawas Ujian Akhir Semester di kelas 9 Raden Inten. Kuulas sedikit, karena memang ada hal unik terjadi di kelas ini. Pertama masuk, sorak sorai dari seisi kelas mewarna. Seperti biasa kulemparkan senyum pada mereka, meskipun tertutup masker. Masuk kelas ini bawaannya ingin tertawa saja. Mereka sudah kelas 9, tapi kelakuannya masih ya.. benar-benar kekanak-kanakan. 

Kemudian kulambaikan tangan ke arah CCTV. Biasanya ada yang memantau dari pusat rekaman CCTV. Keren juga kan kalau dilihat begitu, serasa artis. 

Iqbal masuk kelas dengan melambaikan tangan padaku. "Hai." Ucapnya. Kuanggukkan kepala sembari membalas lambaian tangannya, "Hai juga." Nah, hal unik semakin terlihat. Ada beberapa anak yang botak. Aduhai lucu, sembari menunduk-nunduk. Aku belum mau mulai bertanya. Biasanya malu mereka. Pastilah itu kena hukum. Lumayan berat kesalahan. Tapi, makin terlihat sholeh, karena ditutupi oleh peci. Dan nampak seperti tentara muda yang baru masuk pendidikan. Haha... 

"Kalian ini... Tempo hari Ms. Des tinggal naik Gunung, si Ridho jadi ikan. Kemarin baru ditinggal sehari saja, sudah pada jadi biksu. Oh em ji..." 

Akhirnya cerita demi cerita bertalian. Mereka bersuara bertumpuk-tumpuk. Dapatlah ditarik kesimpulan. Meskipun kemarinnya aku tak masuk sekolah, masih bisa tetap ikuti perkembangan kejadian di sekolah melalui group WA. Ada pelanggaran yang mereka lakukan rupanya. 

Kulirik sedikit-sedikit wajah para pelaku. Ternyata mereka makin lucu. Uniknya, raut sedih tidak ada. Malah mereka tetap terlihat bergembira, tapi tak tahu di kedalaman hatinya. Ketika mereka mengumpulkan lembar jawaban, kuambil secuplik wajah mereka. Sebelumnya mereka adalah anak-anak yang manis. Sekarang, Sepertinya semakin manis. Haha... 



Bandarlampung, 2 Desember 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung