Jumat, 15 September 2023

Belajar Bersama

 Oleh: Desma H. 


Kegiatan latihan Pramuka selalu menyenangkan. Kemarin, Jumat, 15 September 2023, topik latihan adalah mengenal sandi-sandi. Diantaranya sandi angka, Marengos, dan kurung. Adik-adik mengikuti dengan semangat. Beberapa memang sudah pernah mempelajarinya, namun sebagian besar masih terasa baru mendengar, kecuali sandi angka 1. 


Sembari latihan, aku juga berbincang santai dengan adik-adik. Suasana latihan Pramuka memang dibangun senyaman mungkin. Dan uniknya, regu kami kehadiran sosok istimewa. Ada Kak Zulkarnain HK., S. Ag. Lebih akrab dipanggil Kak Zul. Beliau adalah Kamabisakoda SIT Lampung. 


Beliau sekedar mengamati, karena kebetulan mendapatkan tugas supervisi dari yayasan tempat beliau mengabdi kini. Namun, seiring waktu, adik-adik regu putri mulai membuka obrolan. Karena Kak Zul juga seru diajak berbincang, obrolan pun berlanjut. Mulai dari tebak-tebakan, sampai ke curhat-curhatan. Ya, adik-adik putri kelas 9 Ini benar-benar mudah akrab. Terlebih lagi sebelumnya juga mereka sudah pernah bertemu dengan Kak Zul. 


Obrolan berlanjut, sampai menjelang siang. Adik-adik masih terngiang dengan tebak-tebakan kocak dari teman mereka dan Kak Zul. Selain bermain tebak-tebakan yang kocak, Kak Zul juga memperkenalkan bahwa ada artis bintang iklan yang bersekolah di SMAIT PERMATA BUNDA. Adik-adik penasaran. Langsung Kak Zul menunjukkan video iklannya. Ada rasa kagum di wajah adik-adik putri kami ini. Pas juga mereka sudah kelas 9. Sepertinya SMAIT PERMATA BUNDA bakalan dipertimbangkan untuk jadi sekolah lanjutan. 


Apapun itu, segalanya harus dipertimbangkan dengan baik. Dan, yang tak kalah penting adalah persiapan yang baik pula. Mau masuk SMA pilihan, syarat utamanya adalah... 

Yups, harus lulus SMP dulu. Baru kemudian bisa lanjut SMA. 




Bandarlampung, 17 September 2023





 

Minggu, 03 September 2023

Group WA Penulis

 Oleh: Desma H.



Tergabung di beberapa group WA para penulis menjadikan pikiran beragam. Menambah wawasan, dan pengalaman. Perbincangan di dalam group juga menjadi menarik. Seperti melintasi ruang-ruang diskusi yang dinamis. Sesekali hangat, sesekali ricuh, pernah juga beku. 


Tapi memang perlu berada dalam kotak-kotak ini, agar pandai ambil peran dan membuat kesimpulan. Ada 2 group WA yang sangat kupertimbangkan setahun belakangan. Penulis Indonesia, berisikan para penulis yang juga akademisi. Tingkat pendidikan, ada yang professor juga kalau tak salah. Rerata doctor. Setiap hari selalu ada postingan tulisan, Fiksi atau Non-fiksi. Aku sebagai penikmat. Terkadang mereka posting buku karya terbaru. Info-info calling for papers, berseliweran everyday. Aku belum pernah ikut, hanya sekedar ikut meneruskan pesan, mungkin ada orang lain yang memerlukan informasi. Kata-kata terlontar santun. Sapaan bijak, perkenalan yang meneduhkan. Se-Indonesia terbentang anggotanya, bahkan ada yang stay di luar negeri. 


Group 1 lagi, Dunia Cerita. Beranggotakan orang-orang bebas, kaya karya Sastra. Rerata sastrawan Indonesia mulai dari yang muda sampai sepuh. Dari yang mau belajar, sampai yang sudah master. Profesi, campuran. Pengangguran, ada. Ibu rumah tangga, banyak. Pedagang Mie ayam juga. Guru, dosen, karyawan kantor imigrasi juga ada. Bagaimana dengan perbincangan mereka? Di group ini yang selalu bergelombang. Menimbulkan riak-riak cantik, menggelitik, bahkan mengusik. 


Ada yang sakit saat kritik, pergi tetiba, atau muncul tetiba. Tiada aturan group yang mengikat dan saklek. Tapi uniknya, sekalipun aku tak pernah lihat postingan jualan produk-produk tertentu, Makanan, atau lain hal. Semua obrolannya karya, tips, strategi, bahkan ilmu-ilmu keren diobral di sini. Serasa nyemplung ke kolam ikan yang beragam. Macam apapun ada, tinggal pilih mau memancing yang mana. Begitu sayang jika tak dibaca. Sehingga diluangkan waktu untuk mencecap setiap postingan. 


Tentu, perbincangan menyesuaikan orang-orang di dalamnya. Meskipun damai nian di group pertama, dan terasa komplikasi saat menilik group ke-2, perasaanku tetap terpaut. Terasa sayang jika setiap kata terlewat dari group ini. Seperti setiap penggalnya adalah inspirasi. Sampai pada "ngerasani" tokoh-tokoh sastra hebat yang tak masuk group, sampai membangun misi menggantikan para sastrawan sesepuh yang begitu alot dalam menerima pembaharuan, atau para tokoh yang mendewakan diri sendiri. Ha!

Pada akhirnya, 

sepotong pikiran tetap harus diolah sendiri. Ide yang bertaburan di muka bumi tetap harus dikejar. Dan, menulis adalah proses membahagiakan bagi para penulis itu sendiri. Jika sampai menjadi beban, bisa jadi niat menulisnya sudah keluar jalur. 


Berhalusinasi dalam sekejap menjadi penulis andal tanpa berlatih, sepertinya harus segera bangun dari tidur panjang. Mimpinya kelamaan, tulisan tidak jadi akhirnya. Membaca banyak-banyak juga bisa jadi pemantik. Serap dengan bijak, kemudian sampaikan kembali. Dengan begitu pengetahuan tadi akan tersebar berantai, sampai kepada hati yang benar-benar mengintai.


Lampung Selatan, 3 September 2023

Sabtu, 02 September 2023

Modul Ajar

Oleh: Desma H.


Pada akhirnya aku membuat modul ajar, yang isinya berlembar-lembar. Sedangkan esoknya, di Papan tulis aku menjadi pengkhianat atas rencana yang sudah kubuat. 



Bandarlampung, 3.9.2023

Langkah

 Oleh: Desma H.



Perjalanan panjang menuju sekolah, memakan waktu lebih kurang 60 menit berjalan santai dengan mengendarai motor. Bisa 45 menit, kecepatan agak ngebut sedikit. Tidak bisa ngebut karena jalanan kota padat kendaraan, dan juga penduduk. Sepanjang jalan menuju Kedaung, akan terlihat bukit tinggi menjulang. Masyarakat bilang itu gunung sukma hilang. Dalam perjalanan, gunung akan terlihat jelas berada di sebelah kanan. Jika cuaca berawan, gunung ini raib. Tertutupi. 


Bandarlampung, 3 September 2023

Begin Again

Oleh: Desma H.






Drama yang terdiri dari 35 episode ini rilis tahun 2020. Kisah seorang CEO wanita muda kaya raya, Lu Fang Ning (Zhou Yu tong) yang bertemu sosok yang membuatnya jatuh hati dr. Ling Rui (Gong Jun). Alur kisahnya sederhana, bahkan mudah ditebak bagaimana ending cerita. Peran tokoh-tokohnya juga sederhana. Tidak ada yang terlalu baik karakternya, dan yang tokoh jahat juga tidak terlalu jahat. 

Happy ending. Sebenarnya permasalahan inti hanya soal komunikasi dan keberanian menyampaikan isi hati. Bahkan cenderung permasalahan dunia kerja hanya sebagai penghias. Seolah penulis cerita ingin menyajikan film ini secara sederhana. Bahwa konflik keluarga biasa bermula dari komunikasi yang belum sukses. 

Nah, saya rasa cukup ulasannya. Drama ini konfliknya kurang tajam, penyelesaian permasalahannya pun sederhana. Adegan kissing ada, ya, namanya suami istri. Namun tidak terlalu berlebihan. 

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung