Rabu, 26 September 2018

SYARAT PENDAFTARAN CALON JEMAAH HAJI TERBARU




Menjadi tamu Allah adalah impian kita semua umat Muslim. Aku yakin itu. Meskipun banyak orang hanya melabelinya sebatas mimpi saja. Tapi itulah impian, setelah kita tegakkan, insyaaAllah dalam rentang waktu tertentu Allah akan mewujudkan. Bukankah Allah maha mengerti segala kebaikan untuk kita? Semoga siapapun yang membaca tulisan ini, Allah beri kemudahan untuk berkunjung ke Baitullah. Allah beri kelancaran dalam prosesnya. Allah murahkan rezekinya. Aamiin…

Saudaraku, ada beberapa tahapan yang harus kita persiapkan untuk mendaftar haji. Di sini akan saya hadirkan secara ringkas yang terbaru. Tentu bisa saja berubah sewaktu – waktu, dan menjadi kewajiban kita untuk terus mencari tahu. Inilah yang harus kita persiapkan:


  • Rekening Tabungan Haji. Yang pertama harus kita lakukan adalah membuat rekening Haji. Ada beberapa Bank yang memang ditunjuk dan memiliki wewenang dalam kepengurusan pengelolaan rekening Haji. Seperti BNI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, dan BRI Syariah. Jadi, meskipun kita sudah punya cukup uang untuk pembiayaan haji di bank lain, tetaplah harus memilih di antara bank ini untuk prosesnya. Namun, jangan patah semangat. Jika uang belum terkumpul sebanyak 25.000.000 untuk mendapatkan porsi haji, kita bisa menabung terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit, lama kelamaan bisa juga tercapai target. Nah, kalau sudah cukup sejumlah tadi, baru bisa kita mendapatkan porsi haji. 
  •  Besarnya tabungan awal pembukaan rekening bervariasi di setiap bank nya. Untuk BRI Syariah sebesar Rp. 50.000. Sedangkan BNI Syariah sebesar Rp. 500.000 (Mudharabah) dan Rp.100.000 (Wadiah). Setoran selanjutnya bebas. Namun, pada tabungan haji saldo yang ada di rekening tidak bisa diambil terkecuali untuk pendaftaran haji. Untuk membuka rekening, persiapkan KTP sesuai domisili dan NPWP. Jika belum ada NPWP, nanti akan dibantu oleh pihak Bank dengan mengisi form tersendiri. Berupa surat keterangan bahwa kita sudah kena wajib pajak dan belum memiliki NPWP. KTP kita akan dicek, setelah itu mengisi beberapa formulir. Jika uang sudah siap untuk mendaftar, maka pihak Bank akan membuatkan surat pengantar bahwa benar kita memiliki rekening dengan uang sejumlah tersebut, untuk kita daftarkan di Kantor Kementrian Agama.
  •  Bagi Calon Jemaah Haji (CJH) yang sudah memiliki paspor (masih berlaku atau habis masa berlaku) wajib membawa paspor asli dan fotokopi paspor halaman 2 dan 48 sebanyak 1 lembar. Jika belum punya paspor, kita harus membuat terlebih dahulu.
  • Menyiapkan fotokopi  KTP sebanyak enam lembar, bawa juga KTP aslinya.
  • Menyiapkan fotokopi Kartu Keluarga sebanyak 2 lembar, juga sertakan KK yang asli.
  • Menyiapkan fotokopi akte kelahiran, asli dan fotokopi, atau buku nikah asli dan fotokopi, atau fotokopi ijazah SD/ SMP/ SMA beserta yang asli. Ini digunakan sebagai bukti identitas. Bisa salah satunya, namun sebaiknya dipersiapkan semuanya. Karena ada juga yang meminta keseluruhannya ada. Difotokopi sebanyak 2 lembar masing – masing. Jika memang ketiga data pendukung ini tidak bisa lagi diusahakan, karena kondisi tertentu, dapat digantikan dengan surat keterangan domisili dari kelurahan diketahui camat.
  • Surat keterangan kesehatan dari PUSKESMAS sesuai dengan domisili JCH. Cantumkan golongan darah, tinggi, dan berat badan. Ingat, ini benar – benar dari Puskesmas, karena ada yang membuat dari dokter, ternyata tidak berlaku.
  • Mengisi formulir SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji).
  • Nah, jika semua berkas ini telah siap, maka diserahkan ke petugas pendaftaran untuk dikoreksi keabsahan dan validasinya.
  • Finger print (sidik jari) dilakukan di kantor kementrian agama, tentu setelah semua syarat dilengkapi. Setelah itu, CJH mengikuti sesi foto. Usahakan mengenakan pakaian yang cerah dan berwarna, dan tidak mengenakan pakaian putih, karena latar belakang foto berwarna putih. Foto yang diambil 80 persen adalah wajah. Biasanya di Kantor Kementrian Agama sudah menyediakan jasa pemotretan. Tinggal membayar Rp.100.000, sudah mendapatkan hasil cetak dan satu keping CD. Biaya ini bisa saja berbeda di tiap tempatnya. 
  • Namun untuk berjaga – jaga, sebaiknya kita juga menyiapkan foto yang sudah dicetak. Karena bisa terjadi bahwa di sana tidak menyediakan jasa fotografer. Persiapkan sebanyak 1 lembar ukuran 4 x 6, dan lima lembar ukuran 3 x 4. Lebih dari itu tentu semakin baik.

Saudaraku, demikianlah ulasan ringkas perihal yang harus dipersiapkan untuk mendaftar haji. Dipersiapkan jauh – jauh hari, karena akan sulit untuk menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Semoga bermanfaat. 

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung