Selasa, 15 Januari 2019

Cara Menghilangkan Kutu Rambut


Gatal di kepala bahkan bikin gaya berfoto jadi kurang lega. (Model: Risti, Nihal, Ayya)


Siapa yang zaman sekarang masih kenal dengan kutu rambut (Pulex irritans). Ssst.....ini bukan memalukan loh, Teman. Jangan sedih mengakuinya. Karena memang, memiliki peliharaan si mungil ini bisa mengurangi rasa percaya diri. Kesibukan bertambah, yaitu garuk kepala. Sekarang, yang terpenting adalah mencari cara untuk membasminya. Tapi, tergantung teman teman juga sih, kalau nyaman dengan peternakan kutu di kepalanya, ya tidak perlu dibasmi berarti. Hehe....


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membaca artikel bahwa kutu rambut juga bisa memberi manfaat bagi manusia. Melancarkan peredaran darah di kepala. Kebenarannya belum diketahui. Tapi, dikembalikan saja kepada si pemilik kepala. Kalau seara logika, bisa jadi memang peredaran darah lancar, karena si pemilik kutu akan merasa gatal, dan terus menerus menggaruk kepalanya.Kebanyakan orang merasa kurang nyaman, karena bisa sampai luka kena garukan si jemari. baiklah, saya akan membeberkan cara yang lumayan ampuh untuk menghilangkan kutu rambut di kepala.

1. Memakai pembasmi kutu rambut. Dengan mengusapkan di seluruh bagian rambut, mendiamkannya beberapa menit, kemudian membilasnya. Biasanya kepala akan merasa panas akibat obat cair ini. Selain itu ada efek rambut menjadi kering. Nah, dikembalikan kepada si empunya kepala deh. Saya tidak menyebutkan merk produk ya. Banyak kok dijual di apotek dan toko obat.

2. Menggunakan kapur bagus. Nah ini ide yang cukup mengerikan dan berbahaya. Efeknya kepala panas, bahkan bisa merasa pening. Tapi, si kutu memang langsung tepar. Ya, manusia saja keracunan, apalagi kutu rambut. Ini pernah dicoba oleh teman saya, karena tidak menemukan obat cair untuk pembasmi kutu rambut.
Jika mau coba cara ini, pastikan keselamatan juga ya. Menggunakan masker atau kacamata mungkin. 

3. Membasminya di salon. Saya baru tahu juga kalau di salon ada layanan penghilangan kutu. Ternyata dikeramasin pakai shampo khusus, kemudian didiamkan bebrapa menit. Jika masih ada telur kutunya yang tertinggal, si pegawai salon yang akan menariknya satu per satu. Wow, luar biasa kerja si pegawai. Untuk harganya saya kurang paham, karena ketika saya tanyakan, teman saya hanya senyum merahasiakan. Sepertinya mahal. 

4. Memakai sisir kutu juga bisa, hanya saja kalau tidak tuntas, bisa berkembang biak lagi si telur kutu. Kudu rajin dan tekun dengan cara ini.

Nah, cara yang terakhir akan saya sampaikan lebih detail. Karena ini berdasarkan pengalaman pribadi. Saya memperoleh kutu rambut, ketika ikut program Home Stay. Di sana saya tinggal satu kamar dengan para siswa. Ternyata ada yang punya peliharaan di kepalanya. Baru sadar ketika sepekan dari Home Stay. Kepala gatal teramat sangat. Pas digaruk, eh, ada hewan mungil berwarna hitam yang tersangkut di ujung kuku. Wow...tergelitik sekali saya melihatnya. Sangat menggemaskan. Langsung saya cari info tentang siklus kehidupan kutu. Ternyata dari telur menuju penetasan ada jarak satu pekan. Seekor bisa bertelur hingga banyak. Wiiih....makin angker saja nih. 

Maka, langkah cepat yang saya ambil adalah segera keramas tujuh hari beruntun, pagi dan sore. Dalam hitungan tujuh hari, ada telur yang menetas pastinya, maka kegiatan keramas dilanjutkan lagi selang tiga hari. Terus keramas lagi sampai beberapa hari, hingga rasa gatal di kepala menghilang. Alhasil, dalam dua pekan, si kutu dan bala keturunannya menghilang. Alhamdulillah...

Satu hal yang harus diketahui bahwa kutu punya jarak lompat yang cukup jauh. Bisa dua meter. Kalau begini, kemungkinan terjangkit kembali sangat besar. Apalagi saya tinggal di asrama sekolah. So, kebersihan diri harus dijaga. Kemudian pakailah pakaian lengkap, mengenakan jilbab sebagai perisai, agar ketika si kutu melompat, tidak langsung mendarat di kepala. Itu saja sekelumit tips setelah pertemanan saya dengan si
Pulex irritans beberapa waktu lalu.






Bandarlampung, Januari 2019

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung