Jumat, 08 Desember 2017

Hadirkan Keistimewaan Untuk Para Pecinta Kopi di Lampung





Mengikuti perlombaan blog, adalah hal yang pertama kali bagiku. Setelah melihat waktu, sungguh kebetulan sekali, kewajiban mengajar selesai, acara ini baru dimulai. Jika dilihat dari jarak, sepertinya bisa dicapai dari tempat tinggalku yang lumayan jauh. Dengan pengaturan waktu yang lumayan rapat, pukul setengaj dua aku berangkat. Bagaiman keadaan di jalan? Ya, tepat sekali. Ini adalah waktunya macet yang sudah menjadi seni nya perkotaan. Sampai di tempat, acara sudah dimulai. Tarub biru berkolaborasi dengan megenta membawa kesan ceria. Tamu sudah ramai. Duduk menghadap panggung. Di sisi lain para pencari foto terbaik berada di sudut - sudut tanpa lini. Mereka bebas bergerak mengabadikan peristiwa. Kelak, tentu saja foto itulah yang akan menceritakan. 


Aku memilih tempat yang kebetulan kosong. Di sisi kanan ada beberapa laptop terpajang. Di sisi kiri beberapa meja menghadirkan produk - produk. Ada alat - alat untuk penyajian kopi ala barista. Alatnya unik. jadi, untuk hasil terbaik, memang tak cukup sekedar sendok dan cangkir. Apalagi jika yang kusajikan adalah kopi sachet. Beda, untuk kali ini, tak kan kusinggung hal itu. Aroma kopi sudah mewarnai. Wanginya punya kekhasan. Jadi teringat ketika pertama kali aku mencecap kopi racikan seorang barista pemenang Lacofe. Lampung Coffee Festival beberapa waktu lalu. Pertama di lidah, mataku terbelalak. Kopinya asli, Teman. Tanpa gula. Langsung kantukku pudar. Secangkir yang disajikan ternyata membuat penasaran. Hingga tegukan terakhir, baru dapat kusimpulkan sensasinya. Ada perubahan rasa yang mencolok, sejak tegukan pertama, kedua, ketiga, hingga terakhir. Itu sebab, kopi asli tanpa campuran dari pihak manapun, kecuali keteguhan seorang barista, menjadi istimewa.

Berlanjut pada kehadiranku siang ini, masih sempat menyaksikan peresmian El’s Cofee oleh bapak wakil Wali Kota Bandarlampung, M. Yusuf Kohar. Ada pesan yang begitu mendalam dari beliau. “ Selalu berkreativitas. Berbuatlah hal yang positif untuk Lampung. Mudah - mudahan Ell’s Coffee lebih maju.” Ucap beliau bersemangat. Kemudian tertular kepadaku kobarannya. 


El’s Coffee yang beralamat di Jalan Mayor Batu Bara No. 134 A, Kupang Teba, Teluk Betung Utara ini dipimpin oleh Bapak Elkana Ary Riswan. Ternyata bukan hanya menyajikan seduhan kopi untuk para pelanggannya, El’s Coffee (elscoffee.com) juga membuat ragam inovasi. Diantaranya: Kelas Kopi. Apaan ya? Ini adalah kelas bagi para pecinta kopi. Minimal pesertanya 30 orang. Dalam kelas ini akan dipelajari ragam hal tentang kopi secara mendalam. Ternyata kopi itu ada ciri - cirinya. Yang bisa dibedakan, sejak mellihat bentuk bijinya, warnanya, juga dari aromanya. Para pecinta kopi sejati, tentu sudah tak asing lagi dalam hal ini. mencium aroma dari kejauhan saja, sudah tertebak jenis kopinya. Hal ini sempat membuatku malu tempo hari, ketika ditanya oleh seorang barista tentang kopi apa yang biasa kuminum, dengan bangga aku menjawab kopi sachet merk tertentu yang sangat terkenal di TV, karena sering muncul dalam iklan. Lambat laun aku semakin mengerti, kenikmatan kopi asli memang tak tertandingi. Setelah mencececap yang pertama, maka akan kembali lagi ke sana untuk cecapan berikutnya. Nah, sangat menakjubkan memang, El’s Coffee www.elscoffee.com juga memfasilitasi para pecinta kopi sejati melalui kelas ini. ini bukan kelas yang asal - asalan. Para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kesertaan. Zaman sekarang, sekedar bicara bisa diblang Hoax, kan? 

Selain itu, cara penyajian kopi di sini juga bukanlah perkara sembarangan. Ada takaran tertentu yang harus diperhatikan. Dan hanya seorang peracik yang paham. Untuk menghadirkan secangkir kopi permintaan konsumen, tak seperti kejapan dari kopi instan ala warung, Teman. Bahkan suhu air untuk menyeduhnya, takaran biji kopinya, juga ditimbang secara akurat. Ada alat - alat canggih, dan juga bisa dibilang rumit bagi orang - orang awam. Mau secangkir kopi saja pakai repot! Nah, ini dia yang perlu dilluruskan pemahamannya. Karena kopi begitu istimewa, penikmatnya juga istimewa, maka cara menghadirkannya pun harus istimewa. Agar pesan dari bagaimana kopi itu disajikan dapat tersampaikan.
Sehingga, jangan kaget jika harga yang dipasang akan jauh berbeda dari kopi instant sachet. Bisa sepuluh kali lipatnya. Tapi, begitulah perkara rasa. Akan ada perbedaan yang hanya bisa dirasakan ketika kita telah meneguknya. 


Lomba blog yang diadakan oleh panitia berlangsung selama dua jam. Ada beragam yang bisa dipaparkan, tapi tentu hanya sedikit. Untuk lebih menyeluruh, mencari tahu sendiri adalah hal yang layak untuk menjadi solusi. El’s Coffee menghadirkan kenyamanan untuk tempat. dari produknya juga berkualitas. Kebersihannya jangan ditanya. Ruang - ruang nan apik, menjadi sudut pilihan bagi para penulis sepertiku. Ah, aku hampir menuntaskan tugas. Setelah ini, aku sudah rencanakan El’s Coffee sebagai tempat yang akan kukunjungi. Tentu untuk mencecap kopi racikan yang sudah kubayangkan keistimewaannya.


Bandarlampung, 8 Desember 2017

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung