Kamis, 15 Oktober 2020

TAFSIR Q. S. AL-MUTHAFFIFIN (1-36)

 



Oleh: Desma H., S. Pd.


Ibnu ‘Abbas berkata,

“ Ketika Rasulullah SAW tiba di madinah, penduduknya adalah termasuk orang yang paling buruk dalam menakar, maka turunlah firmanNya. Setelah itu mereka menakar dengan baik.”


Pada ayat 1-3, membahas perilaku orang-orang yang curang. Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini adalah, mereka yang mengurangi takaran untuk orang lain, sedangkan jika mereka mendapatkan takaran dari orang lain, mereka meminta untuk melebihinya. Dengan katalain,pertilaku curang di sini adalah, membuat orang lain merugi.


Allah telah menghancurkan kaum Nabi Syu’aib dan membinasakan mereka, sebab mereka berlaku curang dalam timbangan. Pada ayat 4-6, dipaparkan jelas tentang hal ini. Allah memberikan ancaman, bagi mereka yang berbuat kecurangan, bahwa kelak mereka akan dibangkitkan. Keseluruhan perbutan akan diminta pertanggungjawabannya.


Ayat 7-8, Allah menyampaikan peringatan tentang tempat kembali bagi orang-orang yang curang. Yaitu neraka Sijjin. Bagaimana penampakan neraka Sijjin? Sudah terceritakan pada ayat 8. Sedangkan pada ayat 9-15,Allah menceritakan tentang orang-orang kafir yang mendustakan hari pembalasan.


Orang yang menedustai hari kiamat adalah orang yang melampaui batas dalam perbuatannya. Mengonsumsi makanan haram. Jika bicara, berdusta. Andai berjanji, mengingkari. Firman Allah dianggap mereka hanya sebagai dongeng orang terdahulu.


Padahal sejatinya, keadaan tidaklah seperti yang mereka duga. Al-Qur’an adalah firman Allah,dan wahyu yang diturunkan kepada RasulNya. Karena dosa yang banyak pada diri seseorang, maka Allah menutup mata hatinya untuk mengimaniAl-Qut’an dan mengikutinya. Maka pada ayat ke-17, Allah tegaskan kembali: …Inilah azab yang dahulu kamu dustakan.


Sedangkan pada ayat 18-36, memaparkan tentang balasan bagi orang-orang yang beriman. Senantiasa melakukan kebaikan. Menjalankan kehidupan, sesaui ap yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an. Mereka mendapatkan kenikmatan abadi di surga-surga, yang di dalamnya terdapat keutamaan yang merata.


Pada wajah mereka terpanjar kebahagiaan dan ketenangan. Diberi minuman di surga. Ada anjuran kembali di sini, bahwa setelah mengetahui peringatan ini, sudah sepatutnya umat manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan kenikmatan abadi surga.


Dahulu, saat di dunia, orang-orang pendosa selalu menghina, iri, dan dengki pada orang mukmin. Maka di hari pembalasan, semuanya menjadi semakin jelas. Orang beriman mendapatkan balasan yang baik atas kesabaran mereka di dunia. Begitu pula orang pendosa, mendapatkan balasan yang setimpal. Di saat itulah mereka baru menyesal.



Sumber Bacaan: Mudah tafsir Ibnu Katsir: Maghfirah Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung