Rabu, 09 September 2020

Pamit

 Oleh: Desma H.



senyum raib, dari selembar kertas,

sepertinya lupa bagaimana warna air mata,

merupa jingga tua, kala senja,

atau kelabu pekat, ketika muram semesta?

kupinjam sebelah sepatumu,

untuk pangkas luka di kepala,

terlanjur ditebas mimpi kemarin,

tunasnya lapuk, ditinggalkan empunya.

tak perlu disirami,

lapisannya terkelupas, badan enggan miliki.

selamat berangkat. semoga sehat.


aku melipat kertas kosong,

mengapa tersimpan? sunyi menjelma alasan.



cordova, 10.09.20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung