Kamis, 19 Oktober 2017

LOMBA MEMANAH



Kita harus selalu memunculkan inovasi. Di sekolahku juga demikian. Perlombaan tak hanya ditujukan untuk siswa. Para guru juga harus terlibaat. Lomba seperti apa yang disajikan untuk para guru? Kali ini aku mengikuti lomba memanah. Sejujurnya, baru kali inilah aku memegang busur panahan. Seketika itu pula panitia mengajarkan, cara memegangnya, serta memasang anak panah. Menarik tali busur, hingga melepaskan. Membidik target, sampai posisi badan ketika hendak memanah. Alhamdulillah, pengalaman baru.


Ternyata lumayan berat untuk menarik busur. Ketika membidik, seolah - olah sudah tepat. Ternyata malah meleset jauh, walaupun mata sudah dipicingkan. Target sudah dibuat oleh panitia, leengkap dengan lingkaran nilai yang bisa diraih jika tepat sasaran. Harap maklum, pemanah amatir sungguh heboh jika ternyata bidikan mengenai target.

Akhirnya semua guru telah menuntaskan misinya. Para pemanah telah mengusahakan yang terbaik. Penentuan juara oleh panitia. Diumumkan saat itu juga, karena terlihat dari pencapaian mata panahnya. Lantas siapakah juaranya?

Juara 1: Desma Hariyanti, S. Pd., Juara 2: Yuni Karnelis, S. T. P., Juara 3: Nurbayyah, S. Pd. Itulah pengalaman memanahku yang pertama. Mencoba menjadi prajurit pemanah sejati. Untuk menegakkan perdamaian di muka bumi, InshaaAllah. Aamiin...




Bandarlampung, Agustus 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung