Kamis, 15 Oktober 2020

Kanjuruhan





Kampus yang belum pernah kupijak, namun sudah hampir dekati akhir. Sepertinya itu doa kami semua, mahasiswa PPG yang sudah mabuk dengan serentet modul dan tugas. Menyelesaikan tagihan yang harus diunggah hingga waktu Cinderela. 


Pernah suatu ketika, karena lelah bertaut di badan. Selepas sholat Isya, kubaringkan kepala di bantal yang sudah bertumpuk. Tak berniat tidur. Namun kuasa Allah, sampai juga raga memejamkan mata dan terjaga di pukul 23:30 WIB. Batas waktu pengumpulan adalah 00.00 WIB. Belum lagi proses masuk ke LMS, memerlukan 30 menit.


Lekas terjaga, sembari beristighfar. Hati gusar, namun ada di sisi lain mencoba menenangkan.

"Yanti, ini hanya urusan dunia."

Kamudian kembali damai. Tetap kukerjakan tugas yang harus dikumpul. Aku harus turun ke ruang tamu, untuk mengerjakannya. Laptop masih berada di sana, bersama tumpukan buku-buku.


Malam sudah hening. Berjibaku dengan kata ditambah gelisah di dada, tentunya membuat pikiran makin semrawut. Dengan sangat terpaksa, kukirimkan pesan wa kepada dosen pembimbing. Diawali permohonan maaf, sampai pengakuan dosa bahwa badan memang kelelahan, kemudian ketiduran, dan baru terjaga di waktu nyaris dekati batas. Hingga berjanji takkan ulangi. Tentu pesan itu tak dibalas. Dibaca pun tidak. Kebanyakan golongan nanusia masih melilit mimpi pada jam tersebut. Kisaran setengah tiga mungkin baru terjaga.


Tugas selesai dikerjakan pukul 01.00 WIB. Kuunggah tugas dan selesai setengah jam kemudian. Segera kuberingkas, dan kembali ke kamar, di lantai 2. Melihat langit terbentang, berselimut kelabu tipis, gemintang sembunyi. Aduhai, perasaanku berkecamuk. Apa daya terkait tugas. Sudah kuusahakan. Pasti Allah juga punya alasan, menakdirkanku tertidur di kala teman-teman lain masih bergerilya mengerjakan tugas.


Kuintip percakapan di group wa. Beberapa jam yang lalu semua ramai berbincang tentang tugas. Tentu aku masih berkawan lelah dan berada di dunia entah. 


Menjelang subuh, wa terbalas. Beliau menyampaikan tugas bisa dikumpul pagi hari. Lega sekali, ada permakluman. Namun segera kujawab, bahwa telah kukumpulkan tugas sekitar pukul setengah dua tadi. Menyampaikan terimakasih. Selesai. 




Cordova, era corona, PPG Unikama.

September-Oktober 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung