Jumat, 03 Juli 2020

Secangkir Puisi untuk Kekasih




Oleh: Desma H.

Kesempatan,
yang mungkin sulit muncul, sulit berulang. Dimana sepi lebih meraja, dibanding damai jiwa. Waktu, iringi jumpa kita yang sekejap. Kubiarkan melintas, agar suatu ketika, masing-masing hati menerima, bahwa cinta itu, memang telah diramu dalam hati. Sebelum akhirnya muncul di permukaan.

Menghadirkan sosok secara tetiba, yang telah ditolak sejal awal, dipaksa, kemudian diharuskan, hanya akan menimbulkan keretakan antara kita.

Pada akhirnya aku menyadari, kepada Tuhan cintaku tertuju. Dimana airmata terbentuk, bukan karena bungkam, tapi karena bahagia.

Maafkan aku, yang terlanjur menutup. Tak akan terbuka, karena aku telah tiada.



Bandarlampung, 03.07.2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung