Senin, 20 Juli 2020

Kerajinan Bahan Keras




Oleh: Desma H., S. Pd.


Pada prinsipnya kerajinan tangan yang kita ciptakan adalah karya yang memiliki keistimewaan. Yang membedakan benda seni dengan benda lainnya, terletak pada nilai. Suatu kerajinan tangan, dikatakan memiliki nilai, jika telah berbeda fungsi, tampilan, dan kebermanfaatannya dari produk sebelumnya.

Sebagai contoh, produk talenan yang berbahan kayu, fungsi utamanya adalah sebagai papan penahan yang digunakan untuk peralatan dapur, pada saat proses memotong atau mengiris bahan tertentu.
Namun, ketika kita sudah membubuhi dengan nilai seni, maka baik fungsi, nilai, dan manfaatnya bisa berubah. Talenan, bisa menjadi benda hiasan dinding, media iklan kekinian, juga bisa difungsikan sebagai talenan.


Kerajinan yang terbuat dari bahan keras, bisa berasal dari alam dan buatan.

1. Bahan keras alam adalah bahan yang diperoleh dari alam sekitar, yang bisa berasal dari hutan, bumi, ataupun perairan.
Sifatnya: solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk.
Contohnya:
Kayu, bambu, batu dan rotan.

2. Bahan keras buatan adalah bahan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu, sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat serta tahan lama.
Contohnya:
Kaca, kaleng, dan logam tertentu hasil olahan.

Sedangkan alat-alat yang diperlukan dalam proses pengolahan bahan keras ini, bisa berupa: parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, pahat, meteran, kuas, dan bor.

Bahan tambahan lain yang dapat dipakai untuk mempercantik produk, bisa menggunakan cat dan plitur.

Pengetahuan dasar tentang bahan keras ini, perlu kita pahami. Karena berkaitan dengan alat yang akan kita gunakan dalam proses pembuatan kerajinan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung