Selasa, 16 Januari 2018

Surat Cinta Untuk Kartini





Habis Gelap terbitlah Terang, membaca judul ini saja, semua pembaca sudah paham kemana arah pembicaraan. Perjalanan seorang kartini, siapalah yang tak mengetahui. Dari surat - surat yang telah ia tuliskan, membawa warna baru bagi wanita Indonesia. Ada perubahan yang tak pernah terbayangkan, bahkan berimbas hingga kini. Seorang wanita akhirnya memiliki kesempatan juga untuk mengenyam pendidikan. Sehingga kemuliaan seorang wanita menjadi gemilang dengan kecerdasan keilmuan yang dimiliki. Seperti itulah wanita Indonesia kini. Diawali kegigihan seorang R. A. Kartini, perubahan berjalan dengan sendirinya. Merambat, menyebar ke seluruh negeri Indonesia.

Surat Cinta Untuk Kartini, adalah film yang menceritakan tentang perjuangan Kartini di masa beliau. Hanya sudut pandang yang diambil kali ini berbeda. Membuktikan kreatifitas yang tinggi. Jika diambil dari sudut pandang yang sudah - sudah, seperti sejarah yang telah tersampaikan di bangku - bangku sekolah, akan terasa bosan. Namun sudut pandang yang berbeda menjadikan film ini istimewa. Kisah fiktif, namun tidak menutup kemungkinan hal semacam ini terjadi. Kita tidak tahu kisah di masa itu. Terlebih pada film ini juga diberikan gambaran bahwa ada cerita di masa itu. Sepasang kekasih saling berkirim surat. Namun pada akhirnya, mereka tidak menikah. Si wanita malah menikah dengan sang pengantar surat, orang yang ditemuinya setiap hari. 

Penonton digiring untuk berimajinasi, ada kenakalan apa yang akan dimunculkan si penulis cerita? Tapi, sampai akhir film, saya tetap berdecak kagum. Tidak ada sejarah yang dinodai dengan tambahan kisah fiksi. Tidak terjadi cinta yang dilebih - lebihkan antara sang pengantar surat dengan sosok Kartini. Semua berjalan sewajarnya, santun, namun tetap menyisipkan pesan bagi para penonton.

Film ini layak ditonton semua kalangan. Terlebih, ada alur yang maju mundur dalam penyampaian kisahnya. Membuat saya pribadi tidak merasa jenuh. Selalu muncul rasa penasaran, ada kisah apa lagi selanjutnya setelah bagian ini? Surat Cinta Untuk Kartini bisa menjadi alternatif tontonan film sejarah untuk anak didik, meskipun sebaiknya tetap harus ada pendampingan ketika mereka menyaksikan film ini, sebagai asupan informasi agar sejarah yang mereka terima adalah yang benar, dan tidak sekedar secuplik kisah, yang mungkin nilai – nilai luhurnya belum tersampaikan dengan tajam.


Bandarlampung, 17 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung