Rabu, 20 Desember 2017

MUTIARA DI BALIK CATATAN HITAM LAMPUNG




Apakah engkau punya catatan hitam? Sebagai manusia, kuakui catatan hitam juga dimiliki. Lekatnya lama. Menghapusnya sulit. Ibarat menancapkan paku pada sepotong kayu. Jika paku - paku dicabut, tetap meninggalkan bekas. Seperti itulah catatan hitam menyelimuti. Bagaimana agar tak terlihat? Harus ditutupi. Tentu dengan hal yang baik. Sebagai analogi bagi Lampung. Tanah kelahiranku yang kaya. Miris, lebih banyak dikenal negatifnya. Meskipun sebenarnya banyak sekali potensi Lampung yang luar biasa. Bahkan bila ditelusuri, Lampung begitu istimewa. Pada sektor pariwisata misalnya. Melebihi daerah yang sudah terkemuka. Seperti Bali, mungkin. Ah, aku kembali merapikan catatan. Kuulas lagi perjalananku beberapa waktu lalu, ketika mengikuti workshop promosi potensi daerah (online dan offline)yang diadakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Lampung.

Kehadiranku di Hotel Novotel malam itu bersama dengan rekan - rekan Tapis Blogger. Melihat kemegahan Novotel menghentikan langkah untuk sekedar mengabadikan gambar. Senja istimewa di ketinggian tanah Lampung. Gemerlap kota dari kejauhan berhias lampu - lampu. Langit masih ragu berganti. Biru buram, diberi gurat senja yang mulai ditarik ke Barat. Dari sisi berlawanan gelap menyusup. Jika berada di sana, aku yakin engkau pun akan terkesima dengan panoramanya. Itu hanya sekelumit kecil, kota Bandarlampung. Masih ada yang lainnya. Ya, masih ada sebentang luas Lampung nan belum terjamah. Belum terceritakan. Tentang tanah lada, lahan kopi nan mendunia, pegunungan, juga pepasir putih. Seperti sengaja dirangkum oleh Tuhan. Pada satu negeri Sang Bumi Ruwa Jurai.



Setelah sholat Isya, acara dimulai. Diikuti juga dari komunitas lain. Para mahasiswa turut andil. Dalam hal ini, mereka yang berjiwa muda memang sangat diperlukan perannya. Pemikiran segar, ide gemilang. Tentu kreatifitas akan banyak  bermunculan dari mereka. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan promosi potensi yang dimiliki daerah Lampung. Dan gerak nyata dari para peserta sangat diharapkan setelah mengikuti acara. Misi yang sangat berat, jika masih terbelenggu dengan catatan hitam tadi, bukan? 


Ada tiga narasumber di depan, Oyos Saroso, Zaky senafal, dan Naqiyyah Syam. Seorang lagi sebagai moderator, Bang Alie. Pemateri yang sungguh luar biasa. Bukanlah sembarang perbincangan. Aku masih ingat bagaimana Bang Oyos Saroso, seorang jurnalis Lampung menyampaikan, “ Blogger adalah saksi sejarah. Para blogger memahat sejarah hari ini dan yang akan datang. Bisa menyuarakan yang lemah, yang selama ini belum bisa bersuara.” Kata - kata yang sangat memotivasi. Beliau juga berpesan agar para blogger membuat tulisan yang sifatnya bertutur, dengan bahasa masing - masing. Lengkapi dengan data. Karena tanpa data sebuah tulisan sebagus apapun, menjadi sekedar fiksi. 

Bang Zaky, sang pengusaha ini lebih dahsyat lagi pesannya, “ Tidak ada tantangan yang tak bisa dilewati!” Menjadi makin bergemuruh semangat di dada. Kisah beliau dalam merintis bisnis juga disampaikan selintas. Maka bukan omong kosong Bang Zaky bicara demikian. Sudah ada buktinya bahwa beliau berhasil menaklukkan tantangan.

Mba Naqy, seorang founder Tapis Blogger, dengan latar belakang beliau yang juga penulis, makin mengerucut catatan yang dipesankan, “ Jangan sekedar curhat, tapi juga tulis tentang Lampung di blog. Dengan demikian kita juga memperkenalkan Lampung.” Pesan beliau lagi, “ Manjakan pembaca dengan foto dan informasi yang baik.” 

Sungguh, ini adalah petuah yang sangat menghujam. Jika selalu menyuguhkan informasi - informasi yang baik, tentu informasi yang buruk akan tertutupi. Sama seperti catatan hitam Lampung, yang juga lambat laun bisa tergantikan oleh informasi - informasi yang baik. Dari siapa, tentu dariku, engkau, mereka, ya, kita semua. Kita yang tinggal di sini. Nan lebih paham atas lempeng Lampung. Potensi wisata, kerajinan tangan, kuliner, budaya, kesenian, dan yang tak kalah penting adalah potensi ide kreatifnya. Ikut hadir seorang desainer muda di acara ini, yang memodifikasi tapis untuk pakaian yang bisa dipakai dalam ragam situasi. Sehingga tapis Lampung akan lebih sering dilihat. Tak hanya muncul dalam acara adat. Tentu hal ini bisa dijadikan sebagai sarana promosi potensi daerah. 







Ketika diibawakan oleh para model, tapis menjadi terkesan lebih terbuka untuk siapa saja. Keindahan tapis telah menjadikannya eksklusif. Acara berakhir sudah pukul sepuluh malam lewat. Meninggalkan Novotel dengan ragam ide untuk ikut mempromosikan potensi Lampung. Kekuatanku adalah kata. Maka melalui tulisanlah aku akan berperan. Sesulit - sulitnya tantangan, inshaaAllah akan ada solusinya. Tuhan sudah siapkan, tinggal bagaimana aku memanfaatkan kesempatan yang ada, untuk memainkan peran sesuai dengan potensi yang kumiliki. Sehingga mutiara - mutiara terpendam Lampung bisa bermunculan, menutupi catatan hitam yang pernah ada. Kemudian Lampung makin berjaya, dan kita pun tak enggan berbangga.

21. 12. 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung