Jumat, 21 April 2017

Eternal Zero, Bukan Kematian yang Ditakuti, Namun Kesedihan Orang - Orang yang Dicintai ketika Ditinggalkan





Judul                     : Eternal zero
Sutradara              : Takashi Yamazaki
Pemain                  : Junichi Okada, Haruma Miura, Mao Inoue
Tahun produksi      : 21 December 2013



Film ini bagus. Alur cerita yang maju mundur membuat kita harus tetap mengikuti kisah itu dengan tanpa melewatkan sedikitpun. Karena jika terlewati, bisa saja nanti malah tak mengerti jalan ceritanya.
Berawal dari seorang tua yang menangisi kepergian istrinya. Kemudian menjadi perbincangan di atara kedua cucu beliau. Baru disadari ternyata kakek yang selama ini mereka anggap kakek adalah bukan kakek biologis mereka. Dari rasa ingin tahu inilah kisah diceritakan. 

Pencarianpun dimulai. Keduanya mencari identitas kakek mereka yang ternyata seorang penerbang pasukan khusus. Menemui teman - teman si kakek (Miyabe). Komentar yang mereka dapati adalah pernyataan negatif tentang Miyabe. Sang kakek sudah dicap sebagai pengecut. Beliau tidak pernah terluka dalam perang. Beliau juga dicap sebagai orang yang lari dalam medan peperangan, karena takut mati. Komentar negatif inilah yang mereka dapatkan setelah mewawancarai beberapa teman kakeknya di masa itu. Sempat patah semangat mereka dalam penyelidikan ini. Namun tetap dilanjutkan. Hingga akhirnya, mereka mulai menemukan fakta - fakta menarik tentang Miyabe. Bahwa Miyabe memang tak menyukai peperangan. Ia selalu menghindari dari peperangan hanya agar bisa mempertahankan kehidupan, karena ada anak dan istri beliau yang selalu menantikan kepulangannya setelah perang. Serta beragam alasan menarik yang satu per satu dipreteli secara apik dalam pengaturan alurnya. Hingga akhirnya perasaan bangga dan kagumpun muncul di hati kedua cucu Miyabe ini.

Adapun pesan tersirat yg dapat saya tangkap selepas menonton film ini di antaranya:
1)      Menilai seorang sebaiknya jangan hanya mengikuti penilaian orang lain. Bahkan penilaian orang banyak bisa saja malah salah.
2)      Setiap orang memiliki keistimewaan masing- masing.
3)      Menghargai kehidupan, menghargai nyawa yang ada di dalam raga.
4)      Seseorang, sebenarnya tidak takut mati. Namun ia hanya takut, setelah  kematiannya malah akan membuat kehidupan orang - orang yang dicintainya berada dalam kesulitan.
5)      Akan ada orang - orang yang bersedih, menerima kematian kita. Oleh karena itu, bertahanlah. Berjuanglah untuk hidup.
6)      Lanjutkan kehidupan, jangan menyerah.
7)      Jika engkau hidup, maka engkau akan bisa melanjutkan sejarahmu. Di sana, berlanjutlah perjuanganmu.
8)      Setiap orang memiliki cerita masing- masing dalam peperangan. Namun, sesudahnya kisah itu akan disimpan dalam hati. Dilupakan, agar bisa tetap melanjutkan hidup.
9)      Seseorang menghindari bahaya, bukan berarti ia takut. Malah sebenarnya ia adalah orang yang paling berhati - hati dan paling berbakat.
10)   Seorang yang terhindar dari bahaya, bukan berarti ia peroleh dari usahanya. Ada campur tangan takdir Tuhan. Juga mungkin pengorbanan orang lain.
11)   Cara untuk selamat dari misi pasukan khusus dalam perang di angkasa adalah, dengan merusak kendaraan, kemudian harus lumpuh di tengah perjalanan. Justru menjadikan ia satu - satunya yang selamat dan menjadi saksi sejarah.
12)   Cinta, akan terbangun tatkala kita telah menemukan celah tentang bagaimana seseorang itu layak untuk dicintai. Begitu pula kekaguman bahkan kebencian.
13)   Emosi seseorang dipengaruhi oleh, apa yang sedang dikajinya.

Saya yakin, setiap orang akan memiliki perbedaan dalam penangkapan hikmah. Ini baru sekelumit. Akan tetapi film ini memang bagus. Disajikan seperti cerita, bukan seperti film yang monoton bersetting masa lalu. Dengan alur yang maju mundur menjadikan film ini mudah diterima pada masa sekarang.

Bandarlampung, 21 April 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung