Kamis, 23 Juli 2020

Malam di Yogyakarta

Oleh: Desma H.


Akankah dirimu di sana masih?
seperti dedaun tumbuh kemudian menyejukkan singgahku dari pengelanaan,
sedang hati makin kemarau.

Kubawa jiwa yang tinggal separuh dalam pengasingan,
pencarian panjang, hingga terlupa pulang.
dermaga akhir, kita ucap kata,
bukankah rasa sayang terlanjur terperangkap di pijakan?
sehingga wajahmu gerimis, ketika kupalingkan pandang.

Aduhai, lara nan kita jalin semakin mencekik,
telah kucoba lerai-lerai, dari sekian jauh pemberhentian.
Tatkala angin berayun, membisikkan lagi wajahmu yang masih teguh,
berkawan senandung nan memedih.

Kasih,
        di sudut waktu, kutemukan ruang
        yang tak biasa.
        semoga dipertemukan Tuhan kita di
        sana.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung