Kamis, 03 Desember 2009

Di Bawah Garis Malam 2

Sempatkah raga ini hadir pada jeda yang terbuang?
Sedang kita telah menjelma jadi kunang – kunang.
Pada pekat, aroma dedaunan mencucurkan embun dari ujungnya,
Diterima tanah gembur tanpa bahasa.
Kecoklatan, tanah basah menyusupkan kesegaran
Setelah lama gersang berpesan.

Usai hari ini, kita akan menjalani hari dengan sayap.
Seperti yang dimiliki malaikat.
Dan dalam pekat tanpa bintang,
Kita membuyarkan resah penghuni di bawah pijakan manusia.
Serpihkan dulu, seuntai cahaya.
Kita akan hiasi malam – malam selanjutnya,
Dalam kodrat yang sebenarnya.

19 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERIMAKASIH TELAH SINGGAH

Perjalanan hidup manusia berputar seperti roda. Suatu saat akan berhenti, bila telah tiba di tujuan. Namun, adakalanya roda itupun berhenti karena hambatan. Hidup beserta masalah adalah lumrah. Memang demikian adanya. Hidup tanpa masalah mungkin juga ada. Akan tetapi, itulah masalahnya, mengapa bisa tidak ada masalah? Normalkah?

Maka kembali pada bagaimana kita menyikapi. Terbelit dalam kerumitan, pikirkanlah solusi; bukan kesulitannya. Karena hal ini akan menjelma beban.

Serahkan pada sang Penguasa semesta, karena Allah swt maha berkehendak. Entah bagaimana penyelesaiannya, terkadang tak pernah sedikitpun terbayang dalam pikiran. Lantas untuk apa lagi ragu? Bila tak sanggup membina diri, bersama iman dan taqwa padaNya, tunggulah kebinasaan itu dari jalan yang tak disangka -sangka.




Yang Akan Dibanggakan

Yang Akan Dibanggakan
Menara Siger Lampung